1. Lokasi Pembuahan
- Pada inseminasi buatan, pembuahan terjadi di dalam tubuh calon ibu, tepatnya di tuba falopi. Sperma yang telah diolah terlebih dahulu di laboratorium disuntikkan langsung ke dalam rahim.- Pada bayi tabung, pembuahan terjadi di luar tubuh calon ibu, tepatnya di laboratorium. Sel telur yang telah matang diambil dari ovarium calon ibu, kemudian dibuahi dengan sperma di dalam cawan petri. Embrio yang terbentuk kemudian dipindahkan ke rahim calon ibu.
2. Prosedur
- Prosedur inseminasi buatan hanya dilakukan dalam satu hari. Prosesnya meliputi:a. Pemberian obat-obatan untuk merangsang pertumbuhan folikel di ovarium.
b. Pengambilan sampel sperma dari pasangan.
c. Pengolahan sperma di laboratorium.
d. Pengukuran suhu tubuh calon ibu untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukan inseminasi.
e. Penyuntikan sperma ke dalam rahim.
- Prosedur bayi tabung membutuhkan waktu beberapa minggu. Prosesnya meliputi:
a. Pemberian obat-obatan untuk merangsang pertumbuhan folikel di ovarium.
b. Pemantauan pertumbuhan folikel di ovarium dengan USG.
c. Pengambilan sel telur dari ovarium.
d. Pembuahan sel telur di laboratorium.
e. Penilaian kualitas embrio.
f. Pemindahan embrio ke rahim.
3. Tingkat keberhasilan
- Tingkat keberhasilan inseminasi buatan umumnya sekitar 15-20%. Tingkat keberhasilan ini dapat meningkat menjadi 25-30% jika dilakukan beberapa kali.- Sedangkan tingkat keberhasilan bayi tabung umumnya sekitar 30-40%. Tingkat keberhasilan ini dapat meningkat menjadi 50-60% jika dilakukan dengan teknologi transfer embrio tunggal (TESE).
4. Pemilihan Metode
- Inseminasi buatan direkomendasikan untuk pasangan dengan kondisi infertilitas ringan, seperti gangguan ovulasi atau kualitas sperma yang kurang baik.- Bayi tabung direkomendasikan untuk pasangan dengan kondisi infertilitas sedang hingga berat, seperti gangguan tuba falopi atau endometriosis.
Sumber:
https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/program-hamil/apa-perbedaan-bayi-tabung-dan-inseminasi-buatan/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar