"Perspektif Kristen terhadap inseminasi buatan pada manusia dapat mencerminkan berbagai pandangan dan nilai yang ada dalam komunitas Kristen. Beberapa orang Kristen mungkin merespons inseminasi buatan dengan sikap positif, melihatnya sebagai kemajuan dalam teknologi medis yang dapat membantu pasangan yang mengalami kesulitan dalam memiliki anak. Dalam pandangan mereka, inseminasi buatan dapat dianggap sebagai alat yang membantu manusia menggunakan akal budi dan pengetahuan untuk mengatasi tantangan kesuburan.."
"Di sisi lain, ada orang Kristen yang mungkin merespons dengan hati-hati atau kritis terhadap inseminasi buatan. Mereka mungkin merasa perlu untuk mempertimbangkan aspek-etika dan moral terkait dengan campur tangan manusia dalam proses penciptaan kehidupan. Beberapa pertimbangan etika melibatkan kekhawatiran tentang manipulasi embrio, pemilihan jenis kelamin, atau pembuangan embrio yang tidak diinginkan. "
"Penting untuk dicatat bahwa pandangan ini dapat bervariasi tergantung pada denominasi Kristen, interpretasi Alkitab, dan nilai-nilai pribadi. Beberapa orang Kristen mungkin memandang inseminasi buatan sebagai cara yang sah untuk membangun keluarga, sementara yang lain mungkin melihatnya dengan skeptis atau bahkan menolaknya sepenuhnya."
"Islam membolehkan dengan persyaratan apabila dilakukan dengan sel sperma dan ovom suami istri yang sah, dan sebalik inseminasi buatan yang tidak berasal dari ovum dan sperma suami isteri yang sah diharamkan dan dianggap sama dengan zina (prostitusi) meskipun dengan secara tidak langsung, dan sebagai akibat hukumnya anak hasil inseminasi tersebut tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. "